Senin, 15 November 2010

Batu Mulia : Bukan Batu Biasa


Kali ini “kita” akan memberikan informasi mengenai batu-batu mulia yang berharga. Batu-batu ini sangat indah sehingga harganya sangat mahal. Berikut ini beberapa batu yang paling terkenal.....
1.     intan
Intan adalah mineral yang secara kimia merupakan bentuk kristal, atau alotrop, dari karbon.  Pada intan, setiap atom terikat secara kovalen pada empat atom karbon lainnya dalam suatu struktur tetrahedron. Intan ini membentuk jaringan Karbon ikatan kovalen raksasa.  karbon-karbon yang tersusun secara kovalen itu terrangkai sangat rapat.para ahli batuan dan tanah menilai 10mohs, untuk kerapatan intan yang merupakan bahan terapat di bumi. Sehingga titik leleh dan titik didih nya pun tinggi. Titik leleh intan sebesar 3550c, dan titik didih intan sebesar 4827c. Intan terkenal karena memiliki sifat-sifat fisika yang istimewa, terutama faktor kekerasannya dan kemampuannya mendispersikan cahaya. Sifat-sifat ini yang membuat intan digunakan dalam perhiasan dan berbagai penerapan di dalam dunia industri.
Intan terutama ditambang di Afrika tengah dan selatan, walaupun kandungan intan yang signifikan juga telah ditemukan di Kanada, Rusia,Brazil, dan Australia. Sekitar 130 juta "carat" (26.000 kg) intan ditambang setiap tahun, yang berjumlah kira-kira $9 milyar dolar Amerika. Selain itu, hampir empat kali berat intan dibuat di dalam makmal sebagai intan sintetik (synthetic diamond). Penambangan intan
Intan terutama ditambang dari pipa-pipa vulkanis, tempat kandungan intan yang berasal dari bahan-bahan yang dikeluarkan dari dalam Bumi karena tekanan dan temperaturnya sesuai untuk pembentukan intan. Intan terdapat dari dalam perut bumi yang digali baik secara manual maupun dengan mekanisasi. Sekarang kebanyakan para penambang intan sudah menggunakan mekanisasi, yaitu dengan mesin penyedot untuk menyedot tanah yang sudah digali. Tanah yang disedot bersama air, dipilah melalui tapisan. Dengan keterampilannya, si penambang bisa membedakan batu biasa, pasir, atau intan. Intan yang baru didapat ini disebut "galuh" di daerah Banjarmasin. Galuh ini masih merupakan intan mentah. Untuk menjadikannya siap pakai, intan harus digosok terlebih dahulu. Penggosokan intan yang ada di masyarakat sebagian besar masih dengan alat tradisional.
         2. zamrud
 Zamrud (Be3Al2SiO6) adalah batu permata atau batu mulia yang berwarna hijau sampai hijau tua. Zamrud termasuk mineral silikat beril (mengandung beryllium) dan warna hijaunya disebabkan oleh kelumit kromium. Adanya vanadium dan besi yang menyertai kelumit kromium akan menyebabkan ragam zona pada warna hijau tersebut. Kekerasan zamrud termasuk tinggi (7,5 sampai 8 dalam skala Mohs). Penghasil zamrud kualitas tinggi adalah Kolombia, Siberia, Afrika Selatan, Zimbabwe, Australia, dan Brasil. Zamrud, seperti semua berwarna batu permata , yang dinilai dengan menggunakan empat parameter dasar - empat Cs dari Connoisseurship: Warna, Cut, Kejelasan dan Crystal. 














C terakhir, kristal hanya digunakan sebagai sinonim yang dimulai dengan C untuk transparansi atau apa gemologists panggilan diaphaneity . Sebelum abad ke-20, perhiasan menggunakan air istilah seperti "sebuah permata dari air terbaik"  untuk menyatakan kombinasi dua kualitas, warna dan kristal. Biasanya, dalam penilaian batu permata berwarna, warna sejauh ini merupakan kriteria yang paling penting.Namun, dalam gradasi dari zamrud, kristal dianggap dekat kedua. Kedua adalah kondisi yang diperlukan. Sebuah zamrud baik harus memiliki sebuah menghijau hijau murni rona.

3. rubi
Mirah delima, merah delima, atau batu rubi adalah batu permata berwarna merah yang dapat bervariasi antara merah muda hingga merah darah dan merupakan salah satu jenis dari mineral korundum (aluminium oksida) atau Al2O3::Cr. Warnanya terutama disebabkan oleh kromium. Batu ini memiliki skala kekerasan 9,0 mohs. Namanya berasal dari buah delima yang isinya bewarna merah. Rubi alami sangat jarang, tapi rubi buatan dapat difabrikasi dengan cukup murah. Rubi dianggap merupakan salah satu dari empat batu berharga bersama dengan safir, zamrud, dan intan.


















Berlian yang dinilai menggunakan kriteria yang telah menjadi dikenal sebagai empat C, yaitu warna, potong, kejelasan dan berat karat. Demikian pula batu rubi alam dapat dievaluasi dengan menggunakan empat Cs bersama dengan ukuran dan asal geografis. Warna: Dalam evaluasi batu permata berwarna, warna merupakan faktor tunggal yang paling penting. Warna terbagi menjadi tiga komponen, hue, saturasi dan nada. Hue mengacu pada "warna" seperti yang kita biasanya menggunakan istilah itu. batu permata Transparan terjadi dalam warna berikut: merah, oranye, kuning, hijau, biru, violet, ungu dan pink adalah warna spektral. Keenam pertama ini dikenal sebagai spektrum warna, dua yang terakhir diubah warna spektral. Ungu adalah warna yang jatuh tengah antara merah dan biru. Pink adalah warna pucat merah. [5] Di alam ada warna murni jarang sehingga ketika berbicara tentang rona sebuah batu permata kita berbicara dan sekunder dan tersier kadang-kadang warna primer. Dalam ruby rona primer harus menjadi merah. Semua warna lain dari korundum spesies disebut permata safir. Ruby mungkin menunjukkan berbagai warna sekunder. Oranye, ungu, violet dan pink yang mungkin.

4. Safir
Safir (Bahasa Ibrani: ספּיר sapir) adalah bentuk kristal tunggal aluminium oksida (Al2O3), suatu mineral yang dikenal sebagai korundum. Safir dapat ditemukan secara alami sebagai batu permata atau difabrikasi pada boule kristal besar untuk berbagai keperluan, termasuk komponen optik inframerah, permukaan jam, jendela yang kuat, dan wafer untuk deposisi semikonduktor seperti nanorod GaN. Safir memiliki kekerasan 9,0 mohs. Kelompok korundum termasuk aluminium murni. Sejumlah kecil unsur lain seperti besi, titanium, dan kromium memberikan warna biru, kuning, merah muda, ungu, jingga, atau kehijauan terhadap safir. Safir termasuk semua variasi kualitas mineral korundum kecuali yang memiliki warna merah jenuh penuh, yang dikenal sebagai rubi.



nah itu batu-batu yang indah-indah bukan ? sekian dari "Kami" sampai jumpa ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar